Home / METROPOLIS

Minggu, 22 November 2020 - 05:36 WIB

Akbar Alfaro: Musdalub XIV HIPMI Sumsel Dinilai Tidak Sesuai AD ART

TIMESUMSEL.COM, PALEMBANG- Musdalub ke-XIV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumsel dan pemilihan BPD HIPMI Sumsel periode 2020-2023 digelar di Hotel Excelton, Sabtu (21/11/2020) berlangsung ricuh karena ada beberapa anggota HIPMI Sumsel menilai Musdalub tersebut tidak sesuai AD ART atau cacat hukum. Kericuhan yang terjadi disayangkan oleh Ketua Umum BPD HIPMI periode 2016-2019 Akbar Alfaro.

Akbar Alfaro mengatakan,  masa pengurusan dirinya di HIPMI Sumsel sudah selesai. Semasa dirinya menjadi Ketum BPD HIPMI Sumsel, sudah mengantarkan HIPMI  Sumsel mencapai prestasi  baik dari sisi internal dan eksternal. Selain itu, pihaknya sudah menumbuhkan bibit bibit HIPMI Sumsel.

“Di HIPMI ini  ada batasan umur. Untuk para pengurus yang sudah mendapingi saya, saya ucapkan banyak terima kasih. Sudah banyak sumbangsi dari pengurus HIPMI Sumsel dan BPC selama kepengurusan saya. Terima kasih, tanpa mereka HIPMI Sumsel tidak bisa seperti saat ini,” bebernya.

Menurutnya, HIPMI Sumsel sudah dirasakan banyak bermanfaat bagi semua sektor ekonomi, sosial dan bidaya.

“Musda yang tadi katanya diselenggarakan legitimate. Ada dinamika terjadi, ini membuktikan dimasa kepengurusan saya dan Ketum pendahulu sebelumnya, HIPMI Sumsel semakin besar. Buktinya banyak kader HIPMI yang berminat menahkodai HIPMI Sumsel,” katanya. 

BACA JUGA  Fadly: PKH ini Untuk Bantu Masyarakat Tidak Mampu

Alfaro menuturkan, dinamika yang terjadi hal yang biasa. Bumbu bumbu, kita anggap itu proses. Karena eksistensi HIPMI dipandang masyarakat luas.Terbukti HIPMI Sumsel ada daya tarik dengan

“Kalau dak katek dinamika, tidak ditoleh wong. Dinamika ini proses organisasi. Saya Ketum HIPMI Sumsel periode 2016-2019 menilai riyak itu proses yang ada dasarnya. Tadi ada sahabat kami yang mempertanayakan agar Musda sesuai aturan. Ini organidasi pengusaha, kami mempertanyakan pelaksanaan Musda harus sesuai aturan AD ART , kita dak galak diadu domba. Karena HIPMI ini berdasarkan persaudaraan, ” paparnya.

“Tadi ada perdebatan, saya yang menjabat tiga tahun lebih miris juga dengan kejadian tadi. Tidak ada sejarah HIPMI bergeser marwahnya. Kita mengutamakan musyawarah mufakat. Karena setiap persoalan ada jalan keluarnya. Ada pendapat senior senior yang membesarkan HIPMI Sumsel terkait Musda tadi,” urainya. 

BACA JUGA  Iming-imingi Rp 100 Ribu, Bapak Tega Perkosa Anak Kandung

“Kami mengantarkan HIPMI sesuai koridor dan aturan organisasi. Kami tidak ada kepentingan. Rasa kepedulian terhadap organisasi ini adalah panggilan jiwa, tadi mempertanyakan yang tidak lazim. Tidak sesuai aturan yang berlaku. Doakan kami pengurus lama, masuk purnabakti. Pensiun nak ninggalke kenangan bagus. Ini yang kami perjuangkan,” paparnya.

“Kami menjalankan orgnisasi ini dengan senang hati. Organisasi ini harus sesuai koridor, agar tidak disalahgunakan untuk hal hal yang tidak sesuai. Kami meninggalkan warisan, trah di HIPMI menjadi kenangan yang baik. Jangan sampai Hipmi yang dibangun senior, jangan sampai menghasilkan produk gagal yang tidak sesuai aturan,” tandasnya. 

Akbar Alfaro menuturkan, HIPMI ini heterogen, organisasi pengusaha independen. HIPMI tidak berpolitik, HIPMI murni organisasi pengusaha. 

“Dari zaman pendiri, tidak ada politik. HIPMI organisasi pengusha muda untuk seluruh kalangan. Kalau ada isu HIPMI eksklusif, itu tidak benar. Seluruh bidang usaha tergabung di HIPMI dan terbuka untuk siap saja,” pungkasnya. (Andre)

Share :

Baca Juga

METROPOLIS

21 Asosiasi Pengusaha Inginkan Pembatasan Jam Operasional Usaha Ditiadakan dan PPKM Tidak Diperpanjang

METROPOLIS

Palembang Tercepat Selesaikan Program PTSL

METROPOLIS

HUT RI Ke 75, Rumah Zakat Action Sambangi Veteran

METROPOLIS

Besok 23 Februari, Jembatan Ampera Ditutup Selama Tiga Jam

METROPOLIS

Tawarkan Tarif Murah, PALJEK Siap Bersaing di Kota Palembang

METROPOLIS

Warga di Lingkungan Masjid Al-Ikhlas Panca Usaha Meriahkan Acara Maulid Nabi

METROPOLIS

Gubernur Sumsel : Semoga Polri Tetap Menjadi Lebih Baik

METROPOLIS

20 Persen Dana BOS Dialokasikan Untuk Buku Wajib