Home / KRIMINAL

Rabu, 17 Februari 2021 - 06:52 WIB

Ditreskrimsus Polda Sumsel Gelar Perkara Pers Plat Merah

TIMESUMSEL.COM, PALEMBANG- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel gelar perkara Pers Plat Merah di ruang rapat Deviacita dan dihadiri terlapor, pelapor, penyidik, ahli pidana, ahli bahasa, Bidang Hukum (Bidkum), dibuka dan dipimpin langsung oleh Wadirreskrimsus AKBP Fery Harahap, Selasa (16/2/2021).

Pada gelar perkara ini diketahui baru masuk tahap penyelidikan. Usai mendengarkan uraian pelapor dan terlapor dilaksanakan gelar internal yang melibatkan saksi ahli bahasa dan pidana. Sebelumnya baik pelapor maupun terlapor diminta meninggalkan ruangan.

“Kepada pelapor dan terlapor silahkan meninggalkan tempat karena akan dilaksanakan gelar.” ungkap Wadirreskrimsus Polda Sumsel AKBP Fery Harahap.

Kepada sejumlah wartawan terlapor Ketua DPRD Kota Pagaralam Jenni Shandiyah SE didampingi penasehat hukum, Ridho Junaidi SE menjelaskan, kliennya dikenakan Pasal 27 ayat (3) tentang ITE tidaklah tepat, karenanya kami mohon kasus ini dihentikan.

BACA JUGA  ASKI Mengajak PT Pelindo II Bersinergi dengan Pemkot untuk Jadikan Kopi Sebagai Produk Sendiri

“Kami minta dan Mohon kepada penyidik menghentikan gelar perkara ini. “harapnya.

Karena menurut pandangan kami, terlapor tidak pernah membuat pelapor sakit hati. Alasannya kan tidak disebutkan Pelapor (Al Kahfi) dalam postingan Pers Plat Merah yang bergulir hingga ke Polda Sumsel. Mohon dihentikan demi keadilan dan azaz hukum yang berdasarkan kacamata hukum kami,” katanya.

Terlapor Jenny Shandiyah menjelaskan kepada wartawan, ini merupakan tahap penyelidikan gelar perkara. Pelapor maupun terlapor sama- sama memberikan kesaksian, untuk selanjutnya seperti apa dan bagaimana hasilnya pihaknya belum tahu.

“Kita sama- sama memberikan kesaksian namun hasil gelar perkara belum diketahui.” jelasnya.

Sementara Pelapor, Al Kahfi kepada sejumlah wartawan usai pertemuan di ruang Deviacita mengungkapkan, proses kasus ini lantaran postingan terlapor di akun facebook pribadinya (terlapor) yang menyinggung profesi pelapor selaku insan Pers. “Siapa saja yang berprofesi wartawan akan tertarik untuk melaporkan postingan dimaksud,” jelasnya.

BACA JUGA  Kejar-Kejaran Dengan Polisi, Pengedar Sabu di Air Itam Ditangkap Usai Jatuh Dari Motor

Lanjut Al Kahfi, kalau postingan tersebut tidak salah kenapa dihapus dan sebagian postingan dirubah. Ini kan menimbulkan tanda tanya.

“Bila dianggap tidak salah dan tidak ada unsur melecehkan, tidak usah dirubah biarkan saja. Memang bukan fisik yang disinggung tetapi profesi saya sebagai Wartawan yang merasa dilecehkan,” ungkapnya.

Kami selaku pelapor meminta dan berharap agar penyidik bekerja dengan baik karena kami percaya mereka adalah panutan yang mewakili kita dalam mencari keadilan dan kesamaan dimata hukum.

“Kami sebagai pelapor mengharap adanya kesamaan dan keadilan dalam memperoleh hukum,” tutupnya.
(Andre)

Share :

Baca Juga

KRIMINAL

Pelaku Curanmor Roboh Diterjang Timah Panas

KRIMINAL

BNNP Sumsel Musnahkan 36 Kg Sabu dan 34 Ribu Butir Ektasi

KRIMINAL

Sadis, Begal Motor Langsung Tembak Kepala Korbannya

KRIMINAL

Terjaring Patroli di Prabumulih, Tiga Remaja ini Bawa Senpi dan Sajam

KRIMINAL

Kerap Transaksi Narkoba, Santi Ditangkap Polisi

KRIMINAL

Kapolresta Palembang Tangkap Pelaku Begal

KRIMINAL

Kedapatan Nyopet di Pasar 16 Ilir, Bonyok Dihajar Warga

KRIMINAL

Pengedar Narkoba Ditangkap Polisi saat di Rumah, Buang Sabu ke Dalam Kloset