Home / NASIONAL

Senin, 18 Maret 2019 - 07:06 WIB

PM Selandia Baru Pertanyakan Alasan Facebook Siarkan Langsung Penembakan Brutal

PM Selandia baru pertanyakan alasan facebook siarkan langsung penembakan brutal.

PM Selandia baru pertanyakan alasan facebook siarkan langsung penembakan brutal.

TIMESUMSEL.COM, WELLINGTON – Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, meminta penjelasan dari pihak Facebook atas insiden siaran langsung aksi teror penembakan masjid di platform mereka.

Sebuah video yang memperlihatkan aksi teroris bersenjata menyerang dan membantai jemaah masjid Al Noor di Christchurch sempat disiarkan secara langsung selama sekitar 16 menit.

Video tersebut akhirnya tersebar dan banyak dibagikan ulang di media sosial lainnya, termasuk Youtube dan Twitter, meski kini telah ada upaya dari masing-masing platform untuk menghapus dan mencegah kembali diunggahnya video itu.
“Kami berusaha sebisa mungkin untuk menghapus, atau berusaha untuk menghapus, beberapa rekaman yang telah beredar setelah serangan teroris ini,” kata Ardern, dikutip AFP, Minggu (17/3/2019).

“Tapi pada akhirnya, tergantung pada masing-masing platform itu untuk memfasilitasi penghapusannya,” tambahnya.

BACA JUGA  Sumsel Nominasi Penerima Penghargaan Anugerah IPTEK 2019

“Saya berpikir ada pertanyaan lebih lanjut yang harus dijawab,” ujar Ardern yang mengaku telah berkomunikasi dengan kepala operasi Facebook, Sheryl Sandberg.
Dalam pernyataannya, pada Minggu (17/3/2019), Direktur Kebijakan Facebook untuk Australia dan Selandia Baru, Mia Garlick telah berjanji bakal bekerja sepanjang waktu untuk menghapus konten yang melanggar.

“Dalam 24 jam pertama, kami telah menghapus 1,5 juta video serangan secara global, dengan lebih dari 1,2 juta di antaranya diblokir saat diunggah,” kata pernyataan Facebook.

Pernyataan Arden telah turut didukung Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, dalam menyatakan keraguan bahwa peraturan yang berlaku saat itu sudah cukup dijalankan.

Morrison mengatakan, perusahaan-perusahaan sosial media telah bekerja sama sejak serangan terjadi.

BACA JUGA  Helikopter Militer Venezuela Jatuh, Tujuh Perwira Tewas

“Tetapi sayangnya, kapasitas untuk benar-benar membantu sepenuhnya sangat terbatas pada sisi teknologi,” kata Morrison.

“Jaminan yang memberikan bahwa begitu konten tersebut ditarik, sebuah aturan yang akan memastikan konten yang sama diunggah kembali belum benar-benar terjadi,” ujarnya.

“Jadi saya berpikir ada beberapa diskusi nyata yang harus dilakukan tentang bagaimana fasilitas dan kapabilitas seperti yang ada di media sosial dapat terus ditawarkan,” ujar Morrison.

Video yang sangat eksplisit tentang aksi penembakan yang dilakukan teroris asal Australia itu sempat menggegerkan dunia maya.

Banyak yang mengecam, namun tidak sedikit pengguna internet yang dengan latah turut membagikannya sehingga menyebarkan ketakutan dan kebencian di tengah masyarakat. (Kompas.com/Agni Vidya Perdana)

Share :

Baca Juga

NASIONAL

1.237 PNS Pelanggar Tindak Pidana Korupsi Diberhentikan

NASIONAL

Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Senayan Dihadiri Satu Juta Lebih Orang

NASIONAL

Muba Dinobatkan Kabupaten Terpopuler di Media

NASIONAL

Kendaraan Arus Balik Dialihkan ke Gerbang Tol Sidomulyo

NASIONAL

Kemenhub Siapkan Dana Rp 34 Miliar untuk Mudik Gratis 2019

NASIONAL

Ibunda Presiden Jokowi Wafat

NASIONAL

Infografis: Rincian Tarif Ojek Online Berlaku 1 Mei 2019

NASIONAL

Sri Mulyani Kembali Dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik se-Asia Pasifik